Tiga metode bunga
- Anuitas. Cicilan tetap setiap bulan. Rumus: cicilan = P × r ÷ (1 − (1 + r)−n), dengan P pokok pinjaman, r bunga per bulan (bunga tahunan ÷ 12), dan n jumlah bulan.
- Flat. Bunga per bulan = P × r, tetap selama tenor. Cicilan = P ÷ n + P × r.
- Efektif. Pokok per bulan = P ÷ n, bunga = sisa pokok × r. Cicilan paling besar di bulan pertama lalu turun.
Contoh perhitungan
Pinjaman Rp100.000.000, bunga 12% per tahun (1% per bulan), tenor 12 bulan:
- Anuitas: cicilan Rp8.884.879 per bulan, total bunga Rp6.618.546.
- Flat: cicilan Rp9.333.333 per bulan, total bunga Rp12.000.000.
- Efektif: cicilan Rp9.333.333 di bulan pertama hingga Rp8.416.667 di bulan terakhir, total bunga Rp6.500.000.
Batasan kalkulator
- Satu tingkat bunga untuk seluruh tenor; bunga mengambang atau berjenjang tidak dihitung.
- Tidak termasuk biaya provisi, administrasi, asuransi, dan denda.
- Perhitungan memakai nilai desimal penuh; angka dibulatkan ke rupiah terdekat untuk tampilan.
Pertanyaan umum
Apa beda bunga flat dan anuitas?
Bunga flat dihitung dari pokok awal selama tenor, sehingga bunganya sama setiap bulan. Bunga anuitas dihitung dari sisa pokok, tetapi cicilannya dibuat tetap: di awal porsi bunganya besar, lalu porsi pokoknya makin besar.
Mengapa bunga flat terlihat lebih kecil?
Karena dihitung dari pokok awal, persentase flat tidak bisa dibandingkan langsung dengan bunga anuitas atau efektif. Bunga anuitas 12% per tahun selama 12 bulan, misalnya, setara dengan bunga flat sekitar 6,62% per tahun. Kalkulator ini menampilkan padanan flat untuk metode anuitas.
Apakah biaya lain sudah termasuk?
Belum. Simulasi ini hanya menghitung pokok dan bunga. Biaya provisi, administrasi, asuransi, dan pajak transaksi tidak termasuk.
Bagaimana dengan bunga KPR yang berubah setelah masa promo?
Kalkulator ini memakai satu tingkat bunga untuk seluruh tenor. Untuk bunga berjenjang, hitung masing-masing periode secara terpisah dengan sisa pokok di akhir periode sebelumnya.