Cara menghitung IMT
IMT = berat badan (kg) ÷ (tinggi badan (m) × tinggi badan (m)).
Contoh dari Pedoman Gizi Seimbang: berat 63 kg dan tinggi 160 cm, maka IMT = 63 ÷ (1,6 × 1,6) = 24,6, termasuk kategori normal.
Kategori IMT Indonesia
| IMT | Kategori |
|---|---|
| < 17,0 | Sangat kurus, kekurangan berat badan tingkat berat |
| 17,0 – < 18,5 | Kurus, kekurangan berat badan tingkat ringan |
| 18,5 – 25,0 | Normal, berat badan normal |
| > 25,0 – 27,0 | Gemuk, kelebihan berat badan tingkat ringan |
| > 27,0 | Obese, kelebihan berat badan tingkat berat |
Sumber: Permenkes Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Terakhir diperiksa: 26 Oktober 2026.
Pertanyaan umum
Mengapa kategorinya berbeda dari WHO?
Permenkes 41/2014 menyebutkan bahwa batas ambang IMT merujuk ketentuan FAO/WHO, lalu dimodifikasi untuk Indonesia berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang. Karena itu batas gemuk di Indonesia dimulai di atas 25,0 dan obese di atas 27,0.
Apakah kalkulator ini untuk anak?
Tidak. Batas ambang ini untuk orang dewasa di atas 18 tahun. Pertumbuhan anak dipantau dengan grafik pertumbuhan atau KMS.
Apakah IMT normal berarti sehat?
Belum tentu. IMT hanya membandingkan berat dan tinggi badan, tanpa membedakan otot, lemak, dan tulang. Untuk menilai kesehatan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.